Jumat, 18 Juli 2008

yg suka nge games.... ati2


Bangkok - Seorang remaja ditemukan tewas saat sedang asyik bermain game online, diduga dia kekurangan tidur.Dikutip detikINET dari Bangkokpost, Jumat (18/4/2008), remaja laki-laki berusia sekitar 14-15 tahun ini ditemukan tewas di sebuah toko di distrik Bang Kapi, Thailand.Menurut penuturan penjaga toko, Sarawut Khamjanya, 26, remaja tersebut datang ke toko satu jam lebih awal dari biasanya dan mulai asyik bermain game. Disebutkan pula bahwa remaja tersebut juga memesan nasi goreng dan soft drink. Saat Sarawut mendatangi remaja tersebut untuk memberitahu bahwa waktu bermain game-nya telah habis, remaja tersebut sudah merosot dari kursinya. Sarawut kemudian melapor ke polisi dan tim medis.Tim medis berusaha menyadarkan remaja tersebut, tapi hasilnya nihil. Sisa soft drink dan nasi goreng diambil untuk uji forensik. Diduga, remaja laki-laki ini memiliki suatu penyakit bawaan atau menderita kekurangan tidur.

Sabtu, 07 Juni 2008

apa aja deh judulnya

p u i s i k u
Puisiku 1
buku kecilku, kucoba buka lembaran baru yang manis dan indah akankah kuulangi kembali dukanya? bagaimana caranya agar tak terulang di kapalku, buku kecilku? Semoga yang indah kubawa bersamamu
Puisiku 2
Ini lagu malam dan do’a Saat bintang jatuh. Nyanyiannya slalu memberikan tanya. Nada-nada itu slalu ada. Sampai saat senja datang Aku slalu mencoba. Tetapi tebing slalu menghalang dan ombak selalu menghantam
Puisiku 3
Pada awal hari yang gelap. Di situ kuselalu mengucapkan dan Selalu kata maaf berulang kali yang terucap. Langkah dan sgala tindakanku slalu salah. Pada kesendirian kucoba selalu menapaki jalan Di jalanan yang retak
Puisiku 4
Sampaikah aku tergeletak kembali? Angin kencang dan badai hujan lebat. Dari lelahkuTergeletak pada wajah pucatku. Aku terbangun dan kucoba mengingat. Tak tahu nama dan dari mana Tempatku berasal
Puisiku 5
Hingga kini mataku sulit untuk kupejamkan. Entah apa yang ada di pikiranku saat ini. Ah, percuma mau diterusin,Yang dibikinin puisi aja udah mimpi. Tidur aja ah, tapi sayang juga ya, Inspirasiku lagi ada Ha.... ha...... ha.....

inspirasi

Nak, sebelum kamu lahir ke dunia, ayah dan ibu dalam kehidupan yang sangat sederhana. Dalam kesederhanaan itu, kami memohon kepada allah agar kami dikaruniai anak-anak yang sholih dan sholihah, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan belajar.Kami banyak menysun rencana agar kelak saat kau lahir kami sudah siap menjadi orang tua yang arif dan bijaksana, mampu mendidikmu, membesarkannmu dan membuatmu menjadi orang berguna. Jika nanti anak kami kami putra, maka jadilah ia seperti Ali bin ’abi Thalib, jika lahir seorang putri, jadilah seperti Fatimah Az-Zahra.
Setelah tanda kehadiranmu mulai tampak, Ibu sering mual, muntah-muntah, sakit kepala dan sering mau pingsan, Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, kami menjagamu sepenuh hati, serta senantiasa berharap, kelak kau lahir sebagai anak yang sehat, sempurna dan menyenangkan. Sejak dalam rahim, kami mencoba menanamkan kalimat-kalimat tauhid kepadamu dan berupaya mengenalkanmu kepada Sang Pencipta, dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya, dengan senandung-senandung shalawat Nabi, dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat dawah dan rasa keimanan kepada Allah yang Esa.
Saat kau akan lahir, Ibu merasakan sakit yang amat sangat, seolah berada antara hidup dan mati, namun Ibu tidak mengeluh dan putus asa, karena bayangan kehadiranmu lebih Ibu rindukan dibanding dengan rasa sakit yang Ibu rasakan. Ibu tak henti-hentinya berdoa, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah. Ayahpun tidak tidur beberapa malam untuk memastikan kehadiranmu, menemani dan menguatkan Ibu, agar sanggup melahirkanmu dengan sempurna. Bacaan dzikir dan istighfar, mengiringi kelahiranmu. Begitu kau lahir, sungguh rasa sakit yang amat sangat sudah terlupakan begitu saja.
Setelah tangismu terdengar, seolah kebahagiaan hari itu hanya milik Ibu dan Ayah. Air mata yang tadinya hampir tak henti mengalir karena menahan sakit, berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu. Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah Swt, kemudian Ayah melantunkan bacaan adzan dan iqomat ditelingamu, agar kalimat yang pertama kali kau dengar adalah kalimat Tauhid yang harus kau yakini dan kau taati selama hidupmu.
Saat pertama kali kau isap air susu Ibu, Ibu merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara. Ibu ingin memberikan semuanya kepadamu, agar kau segera tumbuh besar dan sehat. Ibu berupaya supaya ASI ini dapat mencukupi kebutuhanmu. Ibu berupaya untuk selalu dekat denganmu, dan selalu mengajakmu kemanapun Ibu pergi, supaya kapanpun kau lapar, Ibu selalu siaga memberikan air surgawi karunia Ilahi itu kepadamu. Ibu berusaha untuk selalu siap siaga menjagamu, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Saat malam sedang tidur lelap, Ibu akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis karena popokmu basah atau karena kau lapar. Saat sedang makan dan kau buang air besar, Ibu dengan rela menghentikan makan dan mengganti popokmu dulu. Dan semuanya, Ibu lakukan dengan senang hati, tanpa rasa risih dan jijik.Sejak kau masih dalam ayunan, Ibu senantiasa membacakan do’a dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan. Ibu bacakan do’a mau makan ketika kau hendak makan, doa mau tidur ketika kau mau tidur, dan doa apa saja yang harus kau tahu dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu. Ibu bacakan selalu ayat kursi dan surat-surat pendek satu persatu setiap malam, dikala mengantarmu tidur, ayat-per ayat dan Ibu ulang berkali-kali hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik, dengan harapan kau besar nanti menjadi penghafal Al Quran.
Ketika kau sudah mampu berbicara, subhanallah, tanpa kami duga, kau telah hafal berbagai macam doa dan beberapa surat pendek. Ibu bersyukur dan bangga kepadamu. Muncul harapan dalam hati ini, kelak kau tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin belajar. Tatkala kau mulai belajar sholat, dan usai sholat kau lantunkan doa untuk orang tua, walau dengan bacaan yang masih belum sempurna, bercucur air mata ibu karena kau telah mampu melafalkan doa itu. Timbul harapan dihati yang paling dalam, kelak hingga ketika Ibu dan Ayah tiada, kau tetap melantunkan doa itu, karena doamu akan memberikan kepada Ibu dan Ayah pahala yang tak henti-hentinya di yaumil-akhir. Kaulah asset masa depan bagi ayah dan ibu. Kau akan mampu menolong ayah dan ibu di yaumil-akhir nanti, bila kau menjadi anak yang sholih.Nak, kehadiranmupun memberikan kepada Ibu dan Ayah pelajaran yang sangat berharga, kau mengingatkan kami tatkala masih sepertimu. Mengingatkan dengan lebih kuat lagi, betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh kakek nenekmu kepada kami, hingga Ibu dan Ayah tumbuh dewasa dan bahkan sampai menjadi orang tua seperti mereka. Ibu dan Ayah sangat menyayangimu, karena kami ingin kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama. Kami hampir selalu menyertakan kata sayang dibelakang namamu saat memanggilmu, supaya hatimu senang dan gembira bersama Ibu dan Ayah.
Saat kau memasuki usia sekolah, Ayah mengantarmu ke sekolah setiap pagi dan Ibu mendampingimu selalu hingga kau berani ditinggal di sekolah sendiri. Keperluan sekolahmu selalu kami upayakan, walau kadang harus dengan susah payah, agar kau bisa memperoleh pendidikan yang baik dan layak untuk kehidupanmu dimasa yang akan datang. Kami senantiasa berupaya membimbingmu untuk dapat melakukan segala sesuatu, agar saat besar nanti kau mampu melayani dirimu sendiri. Bila Ibu dan Ayah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri, itu bukan berarti kami tidak menyayangimu, tapi justru sebaliknya. Karena Ibu dan Ayah sayang sekali padamu, kau tidak boleh terlalu dimanjakan, hingga saat kau besar nanti, kau jadi anak yang mandiri dan serba bisa.Maafkan Ibu dan Ayah bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu ketika kau membuat kesalahan yang berulang-ulang. Sungguh, sebenarnya Ibu dan Ayah tak ingin memarahimu, namun kamipun sadar bahwa kau harus tahu dan harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, agar saat kau dewasa dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti, kau bisa memilih untuk selalu melakukan yang haq dan meninggalkan yang bathil. Semoga kau tidak salah sangka. Kami senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidikmu.Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun wajalnaa lilmuttaqiina imaaman. Amiin

malem minggu..

ak lg di djendelo cafe.. malem mingguan!!! sama siapa cobaa?? hhaahaha... sama tari! tmen dari SD. ditemenin ma milkshake vanilla... lumayan seru.crita2... dya lg skripsi..cepet bgt. malem minggu ini aga santai, ga terlalu banyak tugas kuliah juga, FREE!!

akhirnya bisa....

hehehe... akhirnya mulai ngerti dikit2 tentang blogg. maklum... selama ini tau nya cuma friendster aja. mudah2an banyak orang yang masuk ke blogg ini... ngerti kehidupanku. :P (ga penting ya??) gpp.. yang pasti ini u syarat nambah nilai kuliah. bagusnya kalo lanjut lg.. mungkin aku bakal berubah jd manusia blogger. abis ini, mau blajar masukin foto.. profil, ... how? gmana cara??

simply life

lg belajar bikin blogg.. sekalian tugas akhir kuliah juga sih. mata kuliah IIS (Introduction to Information System).